Senin, 21 Februari 2011

Exercise 30 : Comparisons, Exercise 29,22,27,26,21


Exercise 30 : Comparisons

Page 117

1. Of the four dresses, i like the red one (best).
2. Phil is the (happiest) person we know.
3. Pat's car is (faster) than Dan's.
4. This is the (creamiest) ice cream i have had in long time.
5. This poster is (more colorful) than the one in the hall.
6. Does Fred feel (better) today than he did yesterday?
7. This vegetable soup tastes very (good).
8. While trying to balance the baskets on her head, the woman walk (more awkwardly) than her daughter.
9. Jane is the (least) athletic of all the woman.
10. My cat is the (prettier) of the two.
11. This summary is (the best) of the pair.
12. Your heritage is different (from) mine.
13. This painting is (less impressive) than the one in the other gallery.
14. The colder the weather gets, (the sicker) i feel.
15. No sooner had he received the letter (than) he called Maria.
16. A mink coat costs (twice as much as) a sable coat.
17. Jim has a (few) opportunities to play tennis as I.
18. That recipe calls for (much) more sugar than mine does.
19. The museum is the (farthest) away of the three buildings.
20. George Washington is (more famous) than John Jay

Exercise 29 : Comparisons

Page 114

1. The Empire State Building is taller than the Statue of Liberty.
2. California is farther from New York than Pennsylvania.3. Hi assignment is different from mine.
4. Louie reads more quickly than his sisters.
5. No animal is so big as King Kong.
6. Than report is less impressive than the government's.
7. Sam wears the same shirt as his teammates.
8. Dave paints much more realistically than his professor.
9. The twins have less money at the end of the month than they have at the beginning.
10. Her sports car is different from Nancy's.

Exercise 22 : Comparisons

Page 114

1. John an his friends left as soon as the professor had finished his lecture.
2. His job is more important than his friend's.
3. He plays the guitar as well as Andreas Segovia
4. A new house is much more expensive than an older one.
5. Last week was as hot as this week.
6. Martha is more talented than her cousin.
7. Bill's descriptions are more colorful than this wife's.
8. Nobody is happier than Maria Elena.
9. The boys felt worse than the girls about losing the game.
10. A greyhound runs faster than a Chihuahua.

Exercise 27 : Lingking ( Copulative ) Verb

Page : 109

1. Your cold sounds terrible.
2. The pianist plays very well.
3. The food in the restaurant always tasted good.
4. The campers remained calmly despite the thunderstrom.
5. They became sick after eating the contaminated food.
6. Professor Calandra looked quick at the students sketches.
7. Paco was working diligently on the project.
8. Paul protested vehemently about the new proposals.
9. Our neighbour appeared relaxed after their vacation.
10. The music sounded too noisy to be classical.

Exercise 26: adjective adverb

Page : 107

1. Rita plays the violin well.
2. That is an intense novel.
3. The sun is shining brightly.
4. The girls speak fluent French.
5. The boys speak Spanish fluently.
6. The table has a smooth surface.
7. We must figure our income tax returns accurately.
8. We don't like to drink bitter tea.
9. The plane will arrive soon.
10. He had an accident because he was driving too fast.

Exercise 21 : conditional sentences

Page : 97-98

1. Henry talks to his dog as if it understood him.

2. If they had left the house earlier, they would not have been so late getting to the airport that they could not check their baggage.

3. If I finish the dress before Saturday, I will give it to my sister for her birthday.

4. If I had seen the movie, I would had you about it last night.

5. Had bob not interfered in his sister’s marital problems, therewould have been peace between them.

6. He would give you the money if he had it.

7. I wish they stopped making so much noise so that I could concentrate.

8. She would call you immediately if she needed help.

9. Had they arrived at the sale early, they would have found a better selection.

10. We hope that you enjoyed the party last night.

11. If you have enough time, please paint the chair before you leave.

12. We could go for a drive if today were Saturday.

13. If she wins the prize, it will be because she writes very well.

14. Mike wished that the editors had permitted him to copy some of their material.

15. Joel wishes that he had spent his vacation on the gulf coast next year.

16. I will accept if they invite me to the party.

17. If your mother buys that car for you, will you be happy.

18. If he had decided earlier, he could have left on the afternoon flight.

19. Had we known your address, we would have written you a letter.

20. If the roofer doesn’t come soon, the rain will leak inside.

21. Because rose did so poorly on the exam, she wishes that shestudied harder last night.

22. My dog always wakes me up if he hears strange noises.

23. If you see marry today, please ask her to call me.

24. If he gets the raise, it will be because he does a good job.

25. The teacher will not accept our work if we turn it in late.

26. Mrs. Wood always talks to her tenth-grade student as though they were adults.

27. If he had left already, he would have called us.

28. If they had known him, they would have talked to him.

29. He would understand it if you explained it to him more slowly.

30. I could understand the French teacher if she spoke more slowly.


Jumat, 26 Februari 2010

Duh, Perkosaan Anak Makin Memprihatinkan
Jumat, 26 Februari 2010 | 15:46 WIB
ilustrasi

MEDAN, KOMPAS.com - Sebagian besar kasus yang menimpa anak-anak di Sumut berupa pemerkosaan dan pencabulan.

"Dari 110 kasus yang diterima KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Sumut tahun lalu, kasus pemerkosaan dan pencabulan mencapai 30 persen, itu memprihatinkan," kata Ketua KPAI Sumut, Zahrin Piliang.

Dalam diskusi yang digelar Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) Sumut yang dihadiri puluhan jurnalis media cetak dan elektronik serta sejumlah elemen lembaga peduli anak seperti Yayasan Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak (KKSP) serta Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), disebutkan, kasus terbesar lainnya yang menimpa anak-anak adalah soal perebutan hak asuh.

Kasus pemerkosaan, pencabulan dan perebutan hak asuh yang dialami anak-anak itu membahayakan perkembangan jiwa anak sehingga diharapkan kasus itu menjadi perhatian semua kalangan.

Perlunya perhatian semua kalangan itu, mengacu pada terbatasnya juga kemampuan KPAI dalam menangani kasus tersebut khususnya dalam soal anggaran.

"Anggaran diperlukan karena sebagian besar kasus yang menimpa anak-anak itu terjadi di luar kota Medan dan sebagian merupakan anak yang ekonomi keluarganya juga tidak memadai," katanya.

(2).Kepala Biro PPAKB, Pemprov Sumut, Hj. Vita Lestari Nasution, mengatakan, Pemprov Sumut semakin memfokuskan perhatian kepada kasus yang menimpa anak-anak, mulai anak terlantar hingga anak korban pemerkosaan atau pencabulan.

Dalam program lain yang dilakukan Biro PPAKB seperti dalam 10 program tetap PKK juga akhirnya akan menyentuh kasus anak.

(1)."Diharapkan kasus-kasus yang menimpa anak-anak juga semakin bisa diperkecil karena sudah ada keputusan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dengan Ketua MA. Jaksa Agung, Kapolri, Menkumham serta Mensos dalam menangani kasus anak," katanya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Yayasan KKSP, Muhammad Jailani menyatakan ikut membantu penanganan masalah anak-anak.

"Semua bertanggungjawab atas masalah anak yang akan menjadi generasi penerus, tetapi harusnya tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan suatu kasus atau program. Kalau sudah ada LSM yang tangani suatu masalah atau program anak, harusnya KPAI Sumut jangan lagi ikut campur," katanya.

KPAI Sumut, harusnya lebih mengarah pada terobosan-terobosan dalam penanganan masalah anak pada tataran kebijakan.

Sementara itu, Ketua FJPA Sumut, Fachruddin Pohan, mengatakan, jurnalis memiliki peran penting juga dalam menangani kasus anak.

Dia memberi contoh dalam soal pemberitaan anak yang menjadi korban pemerkosaan atau pencabulan, harusnya wartawan berhati-hati dalam memberitakannya agar anak tidak semakin terbebani.

"FJPA berencana menerbitkan buku saku tentang pedoman peliputan anak sehingga bisa membantu wartawan menjalankan tugasnya. Buku itu untuk melengkapi aturan yang sudah ada di dalam kode etik jurnalistik," katanya.

(1) : argumentasi

(2) : penalaran

SBY: Jauhkan Diri dari Tirani Kekuasaan
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw
Kamis, 25 Februari 2010 | 22:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -(2). Dalam bidang demokrasi dan kehidupan politik, para pemimpin negara harus dapat mencontoh Nabi Muhammad yang mewujudkan sistem kehidupan yang rukun dan harmonis antarumat beragama. Selain itu, perilaku Nabi Muhammad yang santun dan penuh etika juga haruslah menginspirasi para pemimpin dalam mewujudkan demokrasi di tanah air.

Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan, serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah, bukan demokrasi yang sarat dengan dendam dan permusuhan, serta saling menjatuhkan.
-- Susilo Bambang Yudhoyono

"Demokrasi yang kita bangun haruslah menjauhkan diri dari tirani kekuasaan dan golongan kuat, serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan. Prinsip-prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat dan negara masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini," ujar Presiden ketika menyampaikan sambutan Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad 1431/2010 di Istana Negara, Jakarta.

Turut hadir dalam peringatan tersebut sejumlah anggota menteri Kabinet Indonesia Bersatu, seperti Menko Perekonomian Rakyat Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Agama Suryadharma Alie, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin, Jaksa Agung Hendarman Supandji, serta para duta besar negara sahabat.

(1).Menurut Presiden, pemerintah selalu bertekad membangun kehidupan di Indonesia, di mana Islam, demokrasi, dan modernitas dapat hidup seiring dan sejalan dengan damai. "Demokrasi yang kita bangun adalah demokrasi yang disertai amanah. Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan, serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah, bukan demokrasi yang sarat dengan dendam dan permusuhan, serta saling menjatuhkan," tegasnya.

Presiden mengatakan, alangkah indahnya jika semua pemimpin di Indonesiadapat membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demokrasi yang santun, beretika, dan berakhlak, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

Melalui kesempatan itu, Presiden juga mengajak seluruh umat Muslim di tanah air untuk senantiasa memperteguh keyakinan dan semangat untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. "Mari kita bangun negeri ini di atas fondasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Dengan meyakini dan melaksanakan hal ini, Insya Allah bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju sejahtera dan berperadaban mulia di masa depan," ajaknya.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, para pemimpin juga hendaknya mencontoh kesuksesan kepemimpinan Nabi Muhammad. "Salah satu kuncinya adalah kesesuaian antara tindakan dan perkataan. Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang kecintaannya kepada rakyat lebih besar daripada kecintaannya pada dirinya sendiri dan kelompoknya," ujar Suryadharma.

(1) : argumentasi

(2) : penalaran

Cincau, Dinginkan Panas Dalam
Jumat, 26 Februari 2010 | 12:08 WIB

KOMPAS.com - Di balik warnanya yang hitam pekat, cincau menyimpan banyak khasiat, termasuk meredakan panas dalam. Kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A, B1, C), air, yang cukup banyak membuat cincau dipercaya sebagai alternatif untuk menghilangkan panas dalam.

Keluhan sakit perut, mual, dan gangguan pencernaan juga bisa reda berkat cincau. Makanan penghilang dahaga nan menyegarkan ini juga bermanfaat untuk kesehatan karena ada kandungan serat larut air (soluble dietary fiber).

Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak, sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti diabetes melitus, jantung, dan stroke.

(2).Masyarakat Indonesia sudah lama mempercayai cincau untuk mengatasi berbagai penyakit. Cincau ini dapat dikonsumsi dalam bentuk agar-agar.

Cincau agar-agar berasal dari daun cincau yang diremas-remas dan dicampur air matang. Air campuran itu akan berwarna hijau. Setelah disaring dan dibiarkan mengendap, akan terdapat lapisan seperti agar-agar yang berwarna hijau.

Selain daun, akar tanaman cincau juga bisa dimanfaatkan. Daun segarnya dapat digunakan untuk mengobati radang lambung, tifus, dan penyakit usus.

Daunnya dicuci dan ditumbuk hingga lumat, lalu dicampur air matang. Campuran itu disaring dan didiamkan sampai mengental. Tambahkan gula dan diminum sehari tiga kali.

(1).Sementara itu, rimpang dari tanaman cincau ini dapat mengatasi demam. Irisan rimpangnya direbus dengan air, lalu diperas. Selain direbus, rimpangnya bisa diseduh dengan air panas lalu disaring dan diminum. (GHS/mic)

(1) : argumentasi

(2) : penalaran


Siapakah Mosab Hassan Yousef
Jumat, 26 Februari 2010 | 15:18 WIB
telegraph.co.uk
Mosab Hassan Yousef

JERUSALEM, KOMPAS.com - (1).Mosab Hassan Yousef (32) menurut laporan bekerja untuk Shin Bet pada puncak intifada, ketika Hamas melakukan puluhan pemboman bunuh diri mematikan di Israel.

Saat itu Israel juga melakukan perang mati-matian terhadap kelompok ini, sehingga menewaskan banyak pemimpin pentingnya.

Pengguna Yousef, yang hanya dikenali sebagai Kapten Loai, seperti dikutip Haaretz mengatakan bahwa informan tersebut dimotivasi oleh keinginan untuk mencegah serangan.

(2)."Hal yang mengagumkan adalah bahwa tidak ada dari tindakannya yang dilakukan demi uang. Ia melakukan sesuatu yang ia yakininya. Ia ingin menyelamatkan nyawa," kata pengguna itu seperti dikutip oleh harian tersebut.

Sheikh Hassan Yousuf - seorang pemimpin senior Hamas di Tepi Barat yang ditangkap pada September 2005 dan masih ditahan dalam penjara Israel - membantah anaknya memiliki akses rahasia Hamas.

"Mosab tak pernah menjadi anggota aktif Hamas dalam kapasitas apapun, baik di politik ataupun di sayap bersenjata," tegasnya dalam pernyataan Hamas yang dikeluarkan atas namanya.

"Dari 1996, ketika ia berusia 17 tahun, ia telah menghadapi pemerasan dan tekanan dari intelijen Israel pada waktu anak-anak gerakan itu memperingatkan mengenai dia," kata pernyataan tersebut.

Hamas juga mengatakan Yousuf tua telah bekerja sepenuhnya di sayap politik gerakan itu. Ia terpilih ke parlemen pada 2006.

Beberapa pengamat Israel mengatakan pengungkapan itu merupakan pukulan berat bagi Hamas. "Bagi Hamas, ini adalah salah satu kemungkinan hal terburuk yang dapat terjadi pada mereka, putera pendiri Hamas mengkhianati mereka," kata Mordechai Kedar, veteran intelijen militer Israel dan pakar urusan Arab di Universitas Bar Ilan.

Bagaimanapun, ia mengatakan bukti itu dapat juga menimbulkan masalah pada Shin Bet, yang memiliki sejarah lama penggunaan informan Palestina. "Apapun yang dipublikasikan mengenai agen atau cara mereka beroperasi tidak membantu," kata Kedar.

Rabu, 24 Februari 2010

Mengatasi Perilaku Seks Bebas
( 31 Mar 2006 Koran Fajar)

Beberapa saat yang lalu, salah satu media lokal menurunkan sebuah berita tentang hasil penelitian yang cukup mengagetkan, yaitu penelitian tentang perilaku seks bebas di antara generasi muda. Penelitian tersebut mengungkap perilaku seks bebas generasi yang menamakan dirinya anak baru gede alias ABG. Data penelitian tersebut menunjukkan bahwa ternyata di kalangan remaja bangsa Indonesia, bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, 50 persen dari 474 remaja yang dijadikan sample penelitian, ternyata mengaku telah melakukan hubungan seks tanpa nikah.
Yang lebih mengagetkan lagi karena ternyata 40 persen di antara mereka melakukan hubungan seks tersebut pertama kali justru dilakukan di rumah sendiri. Banyak komentar dan pertanyaan muncul seiring dengan terungkapnya fenomena sosial yang telah menjadi realitas sangat memprihatinkan. Ya, itulah kenyataan hidup yang harus diterima.

Dari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remaja yang dinilai menyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu segera dijawab, yaitu apa penyebab perilaku seks bebas tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya? Dua hal yang tidak bisa dibiarkan menggantung, melainkan harus didapatkan jawaban sekaligus solusi atas fenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan.

* Penyebab Perilaku Seks Bebas

Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas. Salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.

Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja.

Menurut hemat saya, film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat “berani”, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama.

Sebagai pendidik, saya sulit dan amat sulit memahami apa sesungguhnya misi yang ingin disampaikan oleh film tersebut terhadap penontonnya. Bukan saja karena tidak menggambarkan keadaan sebenarnya yang mayoritas remaja bangsa Indonesia, tetapi juga karena ia ditonton oleh anak-anak yang belum dapat memberi penilaian baik dan buruk. Mereka baru mampu mencontoh apa yang terhidang. Akibatnya, remaja mencontoh gaya pacaran yang mereka tonton di film. Akibatnya pacaran yang dibumbui dengan seks bebaspun akhirnya menjadi kebiasaan yang populer di kalangan remaja. Maka, muncullah patologi sosial seperti hasil penelitian di atas.

Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remaja adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan. Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.

Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.

Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.

Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upaya menyelamatkan generasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya, pertama, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segera disahkan.

Kedua, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahi sedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.

Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan Stanley Coopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidik dan membina anak. Pertama, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifat suportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy, supportiveness, positivenes, dan equality. Kedua, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik. Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anak dan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.

Ketiga, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknya tentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilah bahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembangan harga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembangan intelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yang mengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anak dihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapat dikembangkan.

Selain petunjuk yang diberikan Stanley di atas, keteladanan orangtua juga merupakan faktor penting dalam menyelamatkan moral anak. Orangtua yang gagal memberikan teladan yang baik kepada anaknya, umumnya akan menjumpai anaknya dalam kemerosotan moral dalam berperilaku.
Melihat fenomena ini, sepertinya misi menyelamatkan moral serta memperbaiki perilaku generasi muda harus segera dilakukan dan misi ini menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab dari seluruh elemen bangsa. Jika misi ini ditunda, maka semakin banyak generasi muda yang menjadi korban dan tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan generasi penerus bangsa. **

Tag Archives: masyarakat

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Masyarakat pedesaan dapat dibedakan melalui basis fisik dan sosialnya, seperti adanya kolektivitas, petani individu, tuan tanah, buruh tani, pemaro, dan lain-lain. Selain itu desa terbentuk erat kaitannya dengan naluri alamiah untuk mempertahankan kelompmnya, melalui kekerabatan tinggal bersama dalam memenuhi kebutuhannya.

Masyarakat kota ditekankan pada pengertian ‘kota’-nya dengan ciri dan sifat kehidupannya serta kekhasan dalam interest hidupnya. Dalam masyarakat kota, kebutuhan primer dihubungkan dengan status sosial dan gaya hidup masa kini sebagai manusia modern.

Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat yang lain. Oleh karena itu, mempelajari suatu masyarakat berarti dapat berbicara mengenai struktur sosial. Untuk menjelaskan perbedaan atau ciri-ciri masyarakat tersebut, dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenitas, diferensiasi sosial, pelapisan sosial, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem nilainya.

Akan tetapi, masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali. Dalam keadaan yang wajar, di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang-orang di desa. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang-orang desa yang tidak dapat dilakukannya sendiri.

Dalam kenyataannya, hal ideal tersebut kadang-kadang tidak terwujud karena adanya batasan-batasan. Jumlah penduduk semakin bertambah, tak terkecuali di pedesaan. Padahal luas lahan pertanian sulit bertambah. Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui intensifikasi. Akan tetapi, pertambahan hasil pangan yang diperoleh tidak sebanding dengan pertambahan penduduk, sehingga pada suatu saat hasil pertanian sebuah desa hanya mampu memenuhi kebutuhan penduduk desa tersebut saja.

Dalam keadaan seperti ini, kota terpaksa memenuhi kebutuhannya dari daerah lain, bahkan mengimpor dari luar negeri. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diikuti dengan perluasan kesempatan kerja akan membuat sebagian penduduk desa tidak lagi memiliki mata pencaharian yang tetap. Mereka ini merupakan kelompok pengangguran.

Jumat, 20 November 2009

harga sabun cair

Asalan menggunakan sabun cair

Keberadaan sabun mandi cair sedikit banyak telah menggeser Sabunmandi padat. Jika dilihat dari harga, Sabun cair ini harganya lebih mahal dibanding sabun mandi padat. Hal ini disebabkan Sabun cairtersedia dalam bentuk kemasan sejenis botol. Harga kemasan inilah yang menyebabkan harga Produk sabun cair lebih mahal.Mengapa sebagian orang beralih ke sabun mandi cair ?

Kelebihan
Produk sabun cair bila dibanding dengan sabun mandi padat, diantaranya sebagai berikut:
1. Praktis, karena
Sabun mandi cair tersedia dalam bentuk kemasan botol, sehingga dapat mudah di bawah kemana-mana.

2.
Produk sabun cair mudah larut di air ( bathtub ), lalu di obok-obok sebentar langsung berbusa dan digunakan untuk mandi berendam.
3. Mudah berbusa dengan menggunakan spon kain, dengan begitu dapat menghemat
Produk sabun mandi cair.
4. Kesehatannya (kontaminasi terhadap kuman bisa dihindari) bisa menjamin bila dibandingkan sabun mandi padat (
Sabun curah) yang dipegang banyak orang alias dipakai ramai-ramai.
http://kamissore.blogspot.com/2009/07/alasan-menggunakan-sabun-cair.html

produk laptop

Meski krisis, harga laptop masih terjangkau

PARA pekerja kantoran hingga kalangan pebisnis semakin membutuhkan fungsi laptop atau notebook. Maklum, dengan menenteng laptop, tak cuma gengsi yang mereka dapat. Komputer jinjing ini juga membantu para pekerja maupun pebisnis menyelesaikan pekerjaan mereka.

Fungsi laptop dalam dunia bisnis memang penting, apalagi untuk pebisnis yang mempunyai mobilitas tinggi. Pabrikan pun sudah melengkapi produk laptop mereka dengan berbagai fitur agar penggunanya lebih mudah melakukan presentasi, menampilkan data, atau sekadar untuk meng-up date berita terbaru serta membuka e-mail.

“Aktivitas ini yang banyak membuat orang beralih menggunakan notebook ketimbang personal computer (PC),” kata Martin Wibisono, Category Director, Personal Systems Group Hewlett Packarad (HP) Indonesia.

Karena itu, HP pun yakin, prospek penjualan laptop bisnis tetap cerah meski krisis ekonomi masih belum usai. Nah, agar penjualan tetap lancar di tengah krisis ekonomi sekarang ini, para produsen laptop menempuh berbagai strategi. Salah satunya, mereka meluncurkan produk-produk laptop terbaru yang lebih canggih dengan harga jual yang tetap terjangkau.

Produk Baru

HP melakukan hal ini melalui produk teranyarnya: Mini Notebook 2140. Produk yang meluncur pada awal Mei lalu itu dijajakan seharga US$ 535 saja atau sekitar Rp 5,8 juta. Otak atau prosesor laptop berbobot 1,19 kilogram ini adalah Intel Atom. Prosesor jenis ini lebih pintar ketimbang prosesor yang dipakai di seri HP Mini Notebook 2133, yakni FVIA C7. “Harga 2133 itu justru lebih mahal, yaitu US$ 555,” ucap Yohan Wijaya, Business Development Manager, Business Notebook PC, Personal Systems Group, HP Indonesia.

Kehadiran Notebook 2140 menambah pilihan produk laptop bagi pebisnis. Bulan lalu, HP telah menyodorkan laptop bisnis bagi kaum hawa, yakni HP Vivienne Tam Special Edition. “Ini produk bagi kaum profesional wanita yang paham akan teknologi,” jelas Martin. Harga laptop tipis ini adalah Rp 8,5 juta.

HP yakin, dengan melempar produk baru dengan harga terjangkau itu, omzet mereka masih bisa terjaga. Sayang, Martin enggan mengungkapkan target penjualan HP di tahun ini. Sebagai catatan, tahun lalu lalu, HP Indonesia berhasil menjual 200.000 laptop.

Toshiba juga tak mau ketinggalan. Supaya posisi pasarnya tetap terjaga, mereka bakal meluncurkan beberapa varian laptop terbaru bagi pebisnis tahun ini. Produk ini mencakup seri Portege, Satellite, hingga Qosmio. Salah satunya adalah Satellite M300-P4333R. Laptop seri ini mengusung harddisk sangat gemuk yang berkapasitas 320 Gigabyte (GB). “Ini memang cocok dipakai bagi pebisnis,” kata Aji Bagjaraya, Asisten Manajer Pemasaran PT Techking Enterprises Indonesia, pemasok notebook Toshiba. Lewat berbagai produk baru itu, Toshiba yakin masih bisa menggenggam pangsa pasar sebesar 18%.

Axioo juga ingin menikmati ceruk pasar laptop yang semakin lebar ini. Axioo mempunyai andalan di pasar laptop bisnis, yakni seri Zetta. Yang terbaru adalah Zetta MLM yang berharga Rp 8 juta. “Notebook bisnis belum punya kontribusi utama. Tapi (pasarnya) selalu tumbuh,” ujar Devi Yosita, Manajer Komunikasi Pemasaran Axioo.

Memilih Komputer Jinjing yang Paling Pas untuk Bisnis

Harga laptop kini semakin terjangkau. Bahkan, harga laptop canggih yang mampu mendukung urusan bisnis pun tak akan menguras isi kantong. Di pasaran, semakin banyak komputer jinjing yang dijajakan dengan harga di bawah Rp 10 juta. Meski harganya murah, pabrikan mengklaim, laptop ini cukup handal untuk membantu menyelesaikan urusan bisnis.

Bagi yang ingin mengganti laptop lawas atau memang ingin mempunyai laptop yang bisa dipakai untuk mendukung pekerjaan kantor, ada beberapa saran yang bisa menjadi pegangan sebelum memutuskan untuk membeli.

Pertama, Anda tentu perlu menyiapkan anggaran. Dari kekuatan anggaran itu, Anda bisa memutuskan untuk membeli laptop di atas Rp 10 juta atau di bawah harga itu. Jika Anda memilih yang harganya di atas Rp 10 juta, pekerjaan Anda lebih mudah. Biasanya, laptop mahal telah memiliki fitur yang lengkap.

Namun, bila anggaran cekak dan terpaksa membeli laptop di bawah Rp 10 juta, Anda perlu memperhatikan lebih detail kelengkapan fitur yang ditawarkan masing-masing merek. “Konsumen perlu jeli meneliti spesifikasi sebelum memboyong laptop bisnis,” kata Aji.

Nah, Anda harus memperhatikan apakah laptop itu memiliki fitur yang mendukung pekerjaan bisnis. Menurut Devi, laptop bisnis yang memadai harus memiliki kapasitas harddisk lumayan besar. Sebab, aktivitas bisnis tentu membutuhkan laptop yang mampu menyimpan banyak data.

Kedua, cari model yang simpel dan praktis. Pertimbangannya sederhana, para pebisnis biasanya mempunyai mobilitas yang tinggi. Laptop tipis dan ringan tentu tak akan merepotkan.

Ketiga, jangan terlalu fokus pada fitur yang serius saja. Terkadang, di saat-saat mengerjakan tugas, Anda perlu menikmati hiburan, entah itu musik, film atau permainan. Nah, cari fitur yang bisa membunuh rasa jenuh dan membuat Anda tetap semangat.

Keempat, setelah laptop idaman ada di tangan, jangan lupa merawatnya. Misalnya selalu memperbaharui program yang terbenam di laptop secara berkala. Yang terpenting adalah sistem operasi, anti virus, dan program office.

Laptop merupakan produk yang sensitif. Makanya, Anda jangan sekali-sekali menempatkan benda apapun di atas tubuh laptop. Biar aman, ada baiknya laptop yang Anda beli diberi tas pelindung.Kalau ada masalah, jangan membongkar sendiri; lebih baik Anda membawa laptop ke pusat pelayanan. “Juga jangan dipakai nonstop,” saran Martin.

http://weekend.kontan.co.id/index.php/read/xml/gadget/1845/meski-krisis-harga-laptop-masih-terjangkau

SEGMENTASI PASAR

KRITERIA DALAM MENENTUKAN SEGMENTASI PASAR

Pasar terdiri dari banyak pembeli, dan pembeli berbeda dalam banyak hal baik dalam motif, perilaku, maupun kebiasaan pembelian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar suatu produk tidak homogen, tetapi heterogen. Hal inilah yang mendorong perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi merupakan pengelompokan pembeli dalam suatu pasar yang memiliki kebutuhan dan tingkah laku yang sama.

bukunya Rethinking Marketing segmentasi berarti ‘melihat pasar secara kreatif’. Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.

Latar belakang pentingnya segmentasi bagi perusahaan disebabkan antara lain karena segmentasi memungkinkan perusahaan lebih terfokus dalam mengalokasi sumber daya. Kedua, segmentasi merupakan basis untuk menentukan komponen-komponen strategi, taktik dan value secara keseluruhan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan suatu acuan dan basis bagi penentuan positioning. Ketiga segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing,

Renald Kasali mengatakan bahwa segmentasi merupakan proses mengkotak-kotakkan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kesamaan kebutuhan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.

» Manfaat Segmentasi

Salah satu alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Segmentasi yang berorientasi pada peningkatan pemasaran akan memberikan keuntungan bagi pebisnis dan pelanggan, yaitu:

1. Menyediakan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik
Produsen dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang bervariasi dengan menggunakan pola berbeda, insentif dan kegiatan promosi yang bebeda pada setiap segmen yang dituju. Contohnya perusahaan komputer Dell, yang mengelompokkan konsumennya kedalam kelompok pribadi, bisnis kecil, bisnis besar, dan organisasi pemerintah atau kemasyarakatan dan bukan berdasarkan pada lini produk yang dihasilkan.
Hal tersebut terbukti mampu memberikan pelayanan dan ketersediaan produk yang lebih baik.
2. Meningkatkan pendapatan
Lebih sulit bagi produsen untuk menaikkan harga pada seluruh pasar. Kecuali jika produsen mengelompokkan segmen premium yang akan menerima harga yang lebih mahal. Dengan segmentasi perusahaan mengetahui pasar mana yang berpotensi dapat meningkatkan pendapatannya lebih besar.
3. Peluang untuk tumbuh
Dengan segmentasi pasar organisasi dapat menciptakan ‘niche product’ yang akan menarik konsumen lain untuk mencoba dan kemudian membeli produk tersebut.

KRITERIA SEGMENTASI

Variabel-variabel utama yang biasa digunakan untuk mensegmentasikan pasar konsumen dengan memperhatikan faktor karakteristik konsumen yaitu letak geografi, demografi, dan psikografi. Segmentasi geografis membagi-bagi pasar ke dalam unit-unit geografis seperti wilayah, kota, desa dan iklim. Misal sepatu ski dipasarkan pada wilayah tertentu dan tidak akan dijual di wilayah tropis yang hanya mempunyai 2 musim saja.

Segmentasi demografis memisahkan pasar ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variael umur, jenis kelamin, status, pendapatan, pekerjaan, pendidikan agama, kewarganegaraan dan kelompok umur. Misal pemasar perlu memperhatikan faktor demografi pribadi dengan kriteria umur dan jenis kelamin untuk memasarkan produk baju dan sepatu. Ukuran, corak ataupun desain baju dan sepatu untuk anak-anak tentu berbeda dengan yang diperuntukkan untuk dewasa. Contoh lain dari segmentasi demografis ini antara lain produsen susu formula yang membeda-bedakan produk berdasar usia antara lain susu untuk usia di bawah 1 th, 1-3 th, dan diatas 3 th.

Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.

Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi “perokok berat”, “perokok biasa”, dan “perokok yang berhati-hati/ringan”. Selain memperhatikan karakteristik konsumen, pasar juga dapat disegmentasikan berdasarkan tangapan konsumen (segmentasi keprilakuan). Sehingga pembeli dipilah-pilah ke dalam variabel kesempatan penggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, dan sikap konsumen. Contoh dari segmentasi perilaku antara lain produsen pasta gigi yang memperhatikan variabel manfaat yang dicari dalam mensegmentasikan pasarnya. Misal, pasta gigi “Crest” yang menawarkan manfaat perlindungan terhadap gigi berlubang sebagai daya tarik penjualan yang .demikian juga pasta gigi “aquafresh” yang menawarkan 3 manfaat yaitu “perlindungan terhadap gigi berlubang”, “nafas lebih segar”, dan “gigi lebih putih”.

Contoh Kasus Segmentasi:
SEGA, sebuah perusahaan komputer mainan memiliki visi untuk menjaga kesetiaan segmen pasarnya dengan selalu mengunggulkan teknologi terbarunya. SEGA memperluas jangkauan pasarnya dengan meningkatkan citra produknya dan membidik segmen generasi dewasa serta menawarkan permainan-permainan terbarunya pada semua tingkat segmen. Segmen pasar SEGA adalah umur 10 – 18. Ketika produk SEGA mencapai tahap kedewasaan dan menghadapi tantangan dari pesaingnya, keunggulan teknologi dan variasi permainan ditingkatkan untuk mempertahankan kesetiaan pelanggannya.

Contoh lainnya seperti Ford Company yang memproduksi mobil mustang dan ditujukan pada orang-orang muda yang menginginkan mobil sport yang tidak mahal. Tetapi ternyata mobil mustang lebih banyak dibeli oleh orang-orang yang lebih dewasa. Pada akhirnya Ford menyadari bahwa sesungguhnya segmen mobil mustang adalah bukan orang muda secara fisik tetapi muda secara psikologi.

Pasar terdiri dari banyak pembeli, dan pembeli berbeda dalam banyak hal baik dalam motif, perilaku, maupun kebiasaan pembelian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar suatu produk tidak homogen, tetapi heterogen. Hal inilah yang mendorong perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi merupakan pengelompokan pembeli dalam suatu pasar yang memiliki kebutuhan dan tingkah laku yang sama.

Segmentasi merupakan unsur pertama strategi. Menurut Hermawan Kartajaya dkk (2003) dalam bukunya Rethinking Marketing segmentasi berarti ‘melihat pasar secara kreatif’. Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.

Latar belakang pentingnya segmentasi bagi perusahaan disebabkan antara lain karena segmentasi memungkinkan perusahaan lebih terfokus dalam mengalokasi sumber daya. Kedua, segmentasi merupakan basis untuk menentukan komponen-komponen strategi, taktik dan value secara keseluruhan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan suatu acuan dan basis bagi penentuan positioning. Ketiga segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing,

Renald Kasali mengatakan bahwa segmentasi merupakan proses mengkotak-kotakkan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kesamaan kebutuhan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.

» Manfaat Segmentasi

Salah satu alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Segmentasi yang berorientasi pada peningkatan pemasaran akan memberikan keuntungan bagi pebisnis dan pelanggan, yaitu:

1. Menyediakan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik
Produsen dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang bervariasi dengan menggunakan pola berbeda, insentif dan kegiatan promosi yang bebeda pada setiap segmen yang dituju. Contohnya perusahaan komputer Dell, yang mengelompokkan konsumennya kedalam kelompok pribadi, bisnis kecil, bisnis besar, dan organisasi pemerintah atau kemasyarakatan dan bukan berdasarkan pada lini produk yang dihasilkan.
Hal tersebut terbukti mampu memberikan pelayanan dan ketersediaan produk yang lebih baik.
2. Meningkatkan pendapatan
Lebih sulit bagi produsen untuk menaikkan harga pada seluruh pasar. Kecuali jika produsen mengelompokkan segmen premium yang akan menerima harga yang lebih mahal. Dengan segmentasi perusahaan mengetahui pasar mana yang berpotensi dapat meningkatkan pendapatannya lebih besar.
3. Peluang untuk tumbuh
Dengan segmentasi pasar organisasi dapat menciptakan ‘niche product’ yang akan menarik konsumen lain untuk mencoba dan kemudian membeli produk tersebut.

KRITERIA SEGMENTASI

Variabel-variabel utama yang biasa digunakan untuk mensegmentasikan pasar konsumen dengan memperhatikan faktor karakteristik konsumen yaitu letak geografi, demografi, dan psikografi. Segmentasi geografis membagi-bagi pasar ke dalam unit-unit geografis seperti wilayah, kota, desa dan iklim. Misal sepatu ski dipasarkan pada wilayah tertentu dan tidak akan dijual di wilayah tropis yang hanya mempunyai 2 musim saja.

Segmentasi demografis memisahkan pasar ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variael umur, jenis kelamin, status, pendapatan, pekerjaan, pendidikan agama, kewarganegaraan dan kelompok umur. Misal pemasar perlu memperhatikan faktor demografi pribadi dengan kriteria umur dan jenis kelamin untuk memasarkan produk baju dan sepatu. Ukuran, corak ataupun desain baju dan sepatu untuk anak-anak tentu berbeda dengan yang diperuntukkan untuk dewasa. Contoh lain dari segmentasi demografis ini antara lain produsen susu formula yang membeda-bedakan produk berdasar usia antara lain susu untuk usia di bawah 1 th, 1-3 th, dan diatas 3 th.

Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.

Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi “perokok berat”, “perokok biasa”, dan “perokok yang berhati-hati/ringan”. Selain memperhatikan karakteristik konsumen, pasar juga dapat disegmentasikan berdasarkan tangapan konsumen (segmentasi keprilakuan). Sehingga pembeli dipilah-pilah ke dalam variabel kesempatan penggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, dan sikap konsumen. Contoh dari segmentasi perilaku antara lain produsen pasta gigi yang memperhatikan variabel manfaat yang dicari dalam mensegmentasikan pasarnya. Misal, pasta gigi “Crest” yang menawarkan manfaat perlindungan terhadap gigi berlubang sebagai daya tarik penjualan yang .demikian juga pasta gigi “aquafresh” yang menawarkan 3 manfaat yaitu “perlindungan terhadap gigi berlubang”, “nafas lebih segar”, dan “gigi lebih putih”.

Contoh Kasus Segmentasi:
SEGA, sebuah perusahaan komputer mainan memiliki visi untuk menjaga kesetiaan segmen pasarnya dengan selalu mengunggulkan teknologi terbarunya. SEGA memperluas jangkauan pasarnya dengan meningkatkan citra produknya dan membidik segmen generasi dewasa serta menawarkan permainan-permainan terbarunya pada semua tingkat segmen. Segmen pasar SEGA adalah umur 10 – 18. Ketika produk SEGA mencapai tahap kedewasaan dan menghadapi tantangan dari pesaingnya, keunggulan teknologi dan variasi permainan ditingkatkan untuk mempertahankan kesetiaan pelanggannya.

Contoh lainnya seperti Ford Company yang memproduksi mobil mustang dan ditujukan pada orang-orang muda yang menginginkan mobil sport yang tidak mahal. Tetapi ternyata mobil mustang lebih banyak dibeli oleh orang-orang yang lebih dewasa. Pada akhirnya Ford menyadari bahwa sesungguhnya segmen mobil mustang adalah bukan orang muda secara fisik tetapi muda secara psikologi.

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/persyaratan-segmentasi-pasar-yang.html

PRINSIP PRINSIP MARKETING MIX

A. PENGERTIAN MARKETING MIX

Marketing mix adalah suatu strategi marketing yang menekankan bagaimana cara menjual produk seefektif mungkin. Bberdasarkan data-data yang diperoleh dan dikumpulkan, baik melalui proses proses “>komputerisasi maupun data yang dikoleksi berdasarkan langganan, agar proses penjualan berjalan lancar.
Dengan perkataan lain marketing mix adalah merupakan variabek-variabel yang dipergunakan oleh oleh “>setiap perusahaan, sebagai sarana untuk untuk “>memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen. Jadi marketing mix itu sendiri terdiri atas himpunan variabel-variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mmempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya..
Menurut pendapat D.W. Foster,, Bahwa marketing MIX adalah suatu istilah yang menggambarkan seluru unsur pemasaran dan paktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan badan usaha, Minsalnya laba, penghasilan, harta yang ditanam, omzet penjualan, dan bagian pasar yang ingin direbut..
komponen-komponen marketing mix tersebut adalah cap dagang, jenis barang, pembungkus, dan pelayanan. Komponen-komponen lainnya adalah adalah “>penjualan, pesdian pengawasan, pengangkutan, saluran distribusi, dan sebagainya..Kegunaan marketing mix bagi perusahan adalah dapat membuat membuat “>perencanaan dibawah suatu garis kebijaksanaan. kebijaksanaan “>dalam dalam “>hal ini perusahaan perusahaan “>tidak ketinggalan dalam dalam “>menentukan kebijaksanaan dalam persaingan untuk untuk “>menguasai pasar. Adapun mempaat untuk mempelajari marketing mix adalah untuk mengarahkan kombinasi mana saja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membuat program.

B. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARKETING MIX

1. Faktor produk
2. Faktor penjualan
3. Faktor pendistribusikan

· Product. Yang penting diperhatikan dalam desain dan produk produk “>jasa jasa “>adalah atribut yang menyertai, seperti : sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.

· Price. Pengertian harga dalam dalam “>produk dan jasa, berupa kontra prestasi dalam bentuk barang/ jasanya.

· Promotion. Kegiatan promosi promosi “>pada pada “>produk dan jasa pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion, public relation, sales trainning, marketing research & development.

Strategi Penentuan Harga

Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk barang atau jasa maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga :

A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru

1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.

2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.

B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen

1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty.
Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.

2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.

3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.

4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.

5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.

C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga

Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli

D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif

1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.

2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / pemimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.

Strategi Produk

Keputusan yang diambil oleh sebuah perusahaan mengenai produk yang ditawarkan memiliki dampak penting terhadap kinerja perusahaan. Sebagian keputusan bisnis berdampak cukup luas, misalnya pilihan mengenai produk baru dan pengembangan-pengembangan produk. Keputusan-keputusan seperti ini berkaitan di setiap bidang fungsional dan mempengaruhi segala lapisan organisasi perusahaan.

Sebuah produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai disuatu pasar sasaran dimana kemampuannya memberikan manfaat dan kepuasan termasuk benda, jasa organisasi, tempat, orang dan ide. Cara memandang produk seperti ini meliputi situasi yang luas termasuk barang-barang konkrit dan jasa-jasa bersifat abstrak.

Produk merupakan faktor dasar untuk melaksanakan suatu strategi bisnis, walaupun secara keseluruhan faktor ini tidak menjamin kesuksesan suatu perusahaan. Oleh karena itu, produk-produk perusahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Perubahan kebutuhan dan keinginan pasar menjelaskan mengapa banyak perusahaan memberikan perhatian penuh pada perencanaan portofolio produk. Strategi produk seringkali merupakan komponen kunci dalam rencana manajemen puncak untuk memperbaiki kinerja suatu bisnis. Tindakan-tindakannya mencakup modifikasi produk, perkenalan produk baru, dan penghapusan produk.

1.1.1 Analisis Strategis Produk Yang Sudah Ada

Kombinasi produk yang membentuk protofolio produk untuk sebuah perusahaan merentang dari sebuah produk tunggal hingga suatu lini produk sampai bauran lini produk. Diasumsikan bahwa keputusan produk dibuat untuk suatu unit bisnis strategis. Komposisi produk SBU ditentukan berdasarkan satu atau lebih lini produk dan berdasarkan produk-produk spesifik yang menyusun setiap lini. SBU mungkin memiliki sebuah produk atau satu lini atau berbagai lini dari produk-produk spesifik di dalam setiap lini.

Analisis terhadap produk-produk yang ada mensyaratkan penelusuran kinerja berbagai produk di dalam portofolio. Pertama-tama adalah perlu untuk menunjukkan kriteria dan tingkat kinerja untuk mengukur kinerja produk. Hal ini mencakup faktor finansial maupun nonfinansial. Karena adanya kaitan antara permintaan dan biaya di antara produk-produk, maka diperlukan sistem informasi yang menunjukkan seberapa baik sebuah produk berhasil. Tujuan dari sistem penelusuran ini adalah untuk memperlakukan proses peninjauan produk yang akan menempatkan produk bermasalah, diagnosis ini juga membantu manajemen memutuskan bagaimana menghapuskan masalah tersebut.

1.1.2 Mengembangkan Strategi produk

Analisis portofolio menentukan seberapa baik kinerja yang dicapai oleh strategi produk yang ada. informasi ini membantu manajemen mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan produk baru dan di mana strategi produk yang ada harus diubah. Merek-merek yang telah berhasil selama periode waktu yang lama menawarkan pengetahuan yang dalam mengenai strategi produk. Suatu ciri umum dari merek yang tahan lama adalah bahwa strategi penargetan dan penentuan posisi yang dipilih pada awalnya secara umum telah diikuti selama hidup setiap merek. Merek-merek ini memperhatikan strategi dasar pemasaran dimana didalamnya terdapat strategi produk yang membuat mereka terkenal dan berhasil.

Strategi produk mencakup keputusan-keputusan untuk tiap produk, lini produk dan bauran produk. Tindakan lini produk dapat berupa penambahan suatu produk baru, mengurangi biaya, memperbaiki produk, mengubah strategi pasar dan membuang suatu produk. Strategi bauran produk dapat mencakup penambahan sebuah lini produk, menghapuskan suatu lini, atau mengubah prioritas suatu lini (misalnya meningkatkan anggaran pemasaran untuk satu lini dan mengurangi anggaran untuk lini lain).

1.4.2.1 STRATEGI UNTUK PRODUK YANG ADA

Seperti dijelaskan pada gambar di atas, strategi untuk produk yang ada dapat dilakukan melalui beberapa pilihan yaitu:

a. Penurunan Biaya

Rendahnya biaya akan memberikan suatu keunggulan utamabagi perusahaan dalam persaingan. Biaya-biaya produk dapat diturunkan dengan mengubah desain teknik, perbaikan produksi, biaya-biaya pasokan, dan peningkatan produktivitas pemasaran.

Produk-produk sering diperbaiki dengan mengubah ciri , mutu dan gayanya. Banyak perusahaan mengalokasikan sumber-sumber daya substansial untuk perbaikan produk-produk mereka secara reguler. Dibandingkan dengan abad sebelumnya, produk-produk sekarang (seperti popok sekali pakai, kamera, komputer, dan barang-barang elektronik konsumen) memperlihatkan perbaikan yang luas dalam kinerja dan ciri-ciri mereka.

b. Ciri

Salah satu cara untuk membedakan suatu merek dari pesaingnya adalah dengan cirinya yang unik. Ciri-ciri ini menawarkan dengan leluasa kepada konsumen untuk memilih suatu merek tertentu. Kemampuan untuk menghasilkan produk-produk dengan berbagai ciri yang menarik dari berbagai pasar merupakan keunggulan bersaing yang penting.

c. Mutu

Strategi penting untuk meningkatkan keunggulan bersaing adalah perbaikan mutu. Perusahaan melakukan manajemen mutu total sebagai suatu strategi bisnis dasar. Memperbaiki mutu produk adalah suatu tantangan yang penting bagi perusahaan. Perbaikan mutu produk mengurangi biaya dan meningkatkan keunggulan bersaing.

d. Gaya

walaupun mutu produk untuk sebagian perusahaan lebih penting, gaya menawarkan suatu keunggulan bersaing untuk produk-produk tertentu. Selain itu, gaya dapat merupakan cerminan mutu dalam beberap kategori produk.

e. Perubahan strategi pemasaran

beberapa perubahan dalam penargetan dan penentuan posisi pasar seringkali merupakan hal yang penting dalam daur hidup produk tersebut. Masalah dan peluang dapat mengarah pada penyesuaian strategi pasar dalam suatu tahap daur hidup produk.

f. Penghapusan Produk

Membuang suatu produk bermasalah perlu dilakukan apabila strategi penurunan biaya, perbaikan produk, atau perubahan bauran pemasaran tidak tepat. Dalam menentukan produk yang akan dibuang, manajemen harus mempertimbangkan berbagai kriteria kinerja di samping penjualan dan kontribusi laba yang diberikan produk tersebut. Eliminasi (pembuangan) dapat terjadi pada tahap manapun dalam daur hidup produk, namun biasanya dilakukan pada tahap perkenalan atau penurunan. Manajemen dapat memutuskan untuk menghentikan produksi dan menghabiskan stok yang ada, atau mencoba menjual produk tersebut ke perusahaan lain.

1.4.2.2 MODIFIKASI BAURAN PRODUK

Modifikasi suatu bauran produk perusahaan merupakan suatu perubahan penting dalam strategi produk. Tujuan mengubah bauran produk adalah untuk:

1. Meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan

2. Menawarkan rentang produk secara lengkap kepada grosir atau pengecer

3. Memperoleh kekuatan pemasaran dan melakukan penghematan dalam distribusi, periklanan, dan penjualan langsung.

4. Memantapkan posisi merek yang ada

5. Melakukan diversifikasi guna menghindari ketergantungan pada salah satu produk saja.

Bauran produk diperluas melalui pengembangan internal atau dengan membeli seluruh perusahaan atau suatu lini produk. Pembelian adalah suatu pilihan yang umum dilakukan pada tahun 1980an sebagai akibat rendahnya harga saham dibanding dengan biaya pembuatan sendiri. Akuisisi juga merupakan suatu cara yang tepat untuk memperluas bauran produk. Aliansi strategis dikalangan pesaing digunakan untuk memperoleh akses ke pasar-pasar baru dan mengembangkan lini produk.

1.1.3 Analisis Daur Hidup produk

Strategi produk tidak lepas dari daur hidup produk, penyesuaian kedua komponen ini akan memperlihatkan sinergi yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Adapun isu penting yang terdapat dalam analisis daur hidup produk adalah:

a. Menentukan lama dari tingkat perubahan daur hidup produk

Terdapat berbagai variasi dalam lamanya tahap-tahap daur hidup produk. Menentukan tingkat daur hidup merupakan hal yang penting karena perusahaan harus menyesuaikan strategi pemasarannya agar sesuai dengan kondisi yang berubah. daur hidup yang berubah dengan singkat dan cepat menuntut perubahan strategi pemasaran di lingkungan yang dinamis.

b. Mengidentifikasi tahap daur hidup produk yang ada sekarang dan memilih strategi produk yang sesuai dengan tahap tersebut.

Tahap daur hidup produk mempunyai dampak penting dalam segala aspek penargetan dan penentuan posisi. Empat tahap strategi dihadapi dalam pergerakan daur hidup produk. Tahapan ini menggambarkan perubahan fokus strategi pemasaran atas dasar daur hidup produk. Pada tahap awal, tujuannya adalah untuk membangun merek di pasar melalui kegiatan pengembangan merek seperti iklan. Pada tahap kedewasaan, dilakukan penentuan posisi kembali dengan menyesuaikan ukuran, warna, dan kemasan guna menarik segmen-segmen baru yang berbeda. Akhirnya, pada tahap penurunan ciri-ciri produk juga dapat dimodifikasi

c. Mengantisifasi ancaman-ancaman dan menemukan peluang-peluang untuk mengubah dan memperluas daur hidup produk

Mengantisipasi ancaman dalam memasarkan produk merupakan langkah strategis untuk mengubahnya menjadi peluang. Ancaman yang ada dapat diantisifasi dengan mengubah strategi yang ada, baik strategi dalam produk/layanan, harga, distribusi maupun promosi. Perusahaan yang mempu menghadapi kondisi seperti ini memiliki jaminan selangkah lebih maju dibanding pesaingnya di dalam industri.

Referensi Link :

· http://wahyu.com/tag/marketing-mix/

· http://dhonowarkap.blogspot.com/2009/02/prinsip-prinsip-marketing-mix.htm

· http://catatan-malam3.blogspot.com/2009/06/strategi-penentuan-harga.html

· http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html

· http://scylics.multiply.com/journal/item/192

· http://www.smakristencilacap.com/arti-pemasaran-dan-manajemen-pemasaran/langkah-langkah-segmentasi-pasar/

· http://massofa.wordpress.com/2009/03/03/segmentasi-pasar/

· http://isnawannoerprayitno.wordpress.com/2009/06/02/strategi-produk/

· http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/ekonomi-manajemen/analisa-dan-perumusan-strategi-marketing-mix-dan-stp-untuk-meningkatkan-brand-awareness-kafe-

· http://dhonowarkap.blogspot.com/2009/02/prinsip-prinsip-marketing-mix.html

http://ranggachan.wordpress.com/2009/10/16/prinsip-prinsip-marketing-mix/